THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 29 Januari 2011

hiburan

Tangkuban Perahu Wisata Alam dengan Legenda Sangkuriang

coba
01.05.2009 18:46:49 WIB
BANDUNG: Berada pada ketinggian 2084 meter dpl dan terletak 30 Km disebelah utara Kota Bandung, Tangkuban Perahu merupakan daerah obyek wisata yang menawarkan deretan pesona alam dengan keasriannya yang masih jauh dari hiruk pikuk dan populasi daerah perkotaan.

Tangkuban Perahu menawarkan pesona misrerius dengan kawah-kawahnya yang luas membentang seolah bercerita tentang masa lalu. Kawah Tangkuban Perahu terdiri dari beberapa macam yang terkenal diantaranya adalah, Kawah Ratu,  Kawah Domas, Kawah Upas dan Kawah Baru.

Bagi wisata yang berkunjung akan disuguhi keindahan pemandangan alam yang menggoda seperti, hutan Pinus Merkusi dan yang terpenting adalah melihat langsung proses Vulkanologi.

Dikelilingi haparan puncak gunung sehingga menjadikan fenomena tersendiri  yang diminati banyak pengunjung. Bentuk Tangkuban Perahu yang menyerupai perahu terbalik, dipercaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan legenda Sangkuriang sebagai cerita dari masyarakat sunda.

Lokasi Tangkuban Perahu kini dikelola dengan cukup baik dan menyajikan beberapa alternatif bentuk wisata seperti, wisata alam, wisata pendidikan, wisata petualangan dan wisata outdoor training.

Melalui wisata alam pengunjung disuguhkan dengan kegiatan menjelajah atau treking, berkemah di bumi perkemahan Cikole dapat diwujudkan melalui wisata petualangan.

Selain itu lokasi Ciater yang berjarak 10 Km dari gunung Tangkuban Perahu berdekatan dengan beberapa obyek wisata seperti pemandangan air panas Ciater berjarak 8 Km dari gunung Tangkuban Perahu. (BB-07
)

Keindahan Pemandangan Wisata Tangkuban Perahu

Keindahan Pemandangan Wisata Tangkuban Perahu
Jalur Angkot:
- dari Pusat Kota, naiklah Angkot jurusan Ledeng
- dari terminal Ledeng, naiklah Angkot ke Tangkuban Perhau
- Bisa dilanjutkan ke Ciater, pemandian air panas

Gambaran Lokasi:

- Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat,
- Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya,
- Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter.

- Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat.
- Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur,
- Mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang,
- Mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.
- Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan.
- Suhu rata-rata hariannya adalah 17 derajat C pada siang hari dan 2 derajat C pada malam hari.
- Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit,
- Juga hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
- Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang,
- Yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi.
- Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya,
- Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam.
- Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik.
- Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
- Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia.
- Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini.
- Diantara tanda gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang
- Dan sumber-sumber air panas di kaki gunung nya diantaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.
- Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya
- Menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah) besar yang kini merupakan kawasan Bandung.
- Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung
- Dengan ketinggian kurang lebih 709 m diatas permukaan laut
- Merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda
- Dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif.
- Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika.
- Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu
- Diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung sunda purba terhadap peristiwa.

- Di kawasan setempat, banyak sekali pedagang dan kios-kios yang siap menjual cinderamata, makanan atau minuman.
- Berbagai cinderamata mulai dari baju, selendang, topi, gelang/cincin, batu alam, tanaman bonsai, alat musik (angklung)
- Hingga senjata tajam khas daerah Jawa Barat turut dijual di lokasi ini.
- Kedai makanan dan minuman juga tampak berderet siap melayani pembeli.
- Belum lagi penjual buah-buahan strawbery dan murbei yang hilir mudik menawarkan dagangannya
- Bagi pengunjung yang lelah, terutama anak kecil,
- Tersedia pula kuda yang siap mengantar dan melayani pengunjung
- Yang ingin menikmati keindahan Tangkuban Perahu dengan mengendari kuda.


Wisata Alam Bandung Selatan

Rabu, 29 Maret 2006M
00 Rabiul Awal 1427H

Hari Sabtu yang lalu gerombolan Kampung Gajah kembali berwisata mengisi akhir pekan, setelah pekan sebelumnya menikmati Observatorium Bosscha di Lembang kali ini menikmati suasana alam pegunungan Bandung Selatan, yaitu Kawah Putih Gunung Patuha, tea walk (walaupun hanya nongkrong) perkebunan teh Walini, pemandian air panas Cimanggu (tapi tak sempat) dan Situ Patengan.
Perjalanan menuju objek wisata tersebut sepanjang 46km dari Kotamadya Bandung mungkin bisa dikatakan melelahkan pikiran menyaksikan kemacetan jalan Kopo sebagai satu-satunya jalan akses yang mudah dibandingkan dengan jalur lainnya serta melelahkan otot-otot kaki kiri menahan kopling bagi sang supir. Jika anda sudah melewati fly over jalan tol Padalarang-Cileunyi selepas pintu tol Kopo maka anda akan menyadari bahwa perjalanan dari lingkar selatan jalan Soekarno-Hatta hingga kota Kabupaten Bandung di Soreang adalah datar, sejauh kira-kira 10km. Bahkan jika anda melihat peta administratif Soreang adalah titik tengah dari keseluruhan kota Bandung.
Peta Kabupaten Bandung
objek pertama di Ciwidey saat jalan menanjak adalah wisata belanja stroberi. Di kiri-kanan jalan banyak kebun-kebun stroberi, anda bisa memetiknya sendiri, jika ogah rugi anda bisa memetik sambil memakannya langsung. Hehe. Kebun stroberi ini tak sempat kami singgahi karena sudah terlalu sore, dikhawatirkan terlalu gelap sampai di objek berikutnya yang masih jauh dan menanjak.
Perjalanan berikutnya sampai di gerbang Kawah Putih Gunung Patuha yang kawahnya sendiri masih sekitar 5km lagi melalui jalan sempit beraspal naik turun dan lebih banyak naiknya. Kiri kanan jalanan tersebut dipenuhi dengan tumbuhan hutan tropis, tinggi dan rapat-rapat. Saat melewati jalan tersebut kabut sedang turun dan bau belerang mulai tercium. Transmisi kendaraan harus di gigi satu, entah kenapa meskipun jalan agak datar saat dipindah ke gigi dua mesin kendaraan ngos-ngosan tidak bertenaga, mungkin akibat kurangnya udara kering karena kabut sedang turun.
Kawah 
Putih, Gunung Patuha
Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua –masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh– memiliki ketinggian 2.434m dpl, dengan kisaran suhu 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat –saat adalah surut dalam Bahasa Sunda– yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194m dpl. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada abad X dan XII silam.
Sebelum ditemukannya danau Kawah Putih di puncak Gunung Patuha, masyarakat menganggap puncak itu sebagai daerah yang angker, hingga tak seorang pun berani menjamahnya. Bahkan karena angkernya, burung yang melewati kawah pun akan mati. Misteri keindahan danau kawah putih baru terungkap tahun 1837, oleh seorang botanis Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn. Namun, Junghuhn tidak memercayai cerita itu begitu saja, sambil melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dari dalam danau itu keluar semburan lava bau belerang yang menusuk hidung. Ternyata kondisi belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang di atas permukaan kawah. Dan pada tahun 1987 PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkannya menjadi sebuah objek wisata.
Ada perbedaan antara Kawah Putih Gunung Patuha, jika dibandingkan dengan sejumlah kawah yang berada di wilayah Jawa Barat, danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air danau kawahnya selalu berubah-ubah warna, terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih, karenanya kawah itu dinamakan Kawah Putih.
Perkebunan
 teh Walini Vila Kidang Kancana, Walini
Perjalanan dilanjutkan kembali melewati bumi perkemahan Ranca Upas dan perkebunan teh Walini. Di tengah perkebunan ini ada satu-dua vila dan pemandian umum. Vila di kebun teh Walini yang pernah saya singgahi sepuluh tahun lalu adalah vila Kidang Kancana, sebuah bangunan kayu dua lantai dan memiliki kolam air panas alami di depannya. Waktu semakin sore, kami hanya sempat singgah dan nongkrong di pinggiran kebun teh saja.
objek wisata selanjutnya adalah pemandian air panas alami Cimanggu, karena tak berbekal pakaian ganti kami pun hanya melewati saja objek wisata ini dan meneruskan ke objek berikutnya, yaitu Situ Patenggang.
Memang ada kerancuan nama tempat ini, ada yang menyebut Patengan, juga ada yang menyebut Patenggang. Jika menilik etimologi nama patengan berasal dari pateang-teang (saling mencari), menjadi pateangan (menunjukkan tempat pencarian) hingga akhirnya menjadi patengan. Sedangkan nama patenggang adalah artinya terpisah oleh jarak atau kondisi. Hingga kini dua nama tersebut tetap dipakai, namun jika melihat nama desa tempat danau itu berada adalah desa Patengan, kawasan Rancabali.
Situ Patengan
Barisan perahu di Situ Patengan
Kawasan ini memiliki sebuah legenda sehingga muncul nama Situ Patenggang. Sejarah atau mitos tentang situ ini muncul ke disebabkan karena seorang pangeran dan seorang putri yang saling jatuh cinta, namun perjalanan cinta mereka tidak semulus dan seindah yang dibayangkan oleh keduanya karena dipisahkan oleh keadaan. Sehingga air mata mereka membentuk sebuah situ atau danau. Selanjutnya danau itu dinamai dengan situ patenggang. Pada akhirnya mereka dapat berkumpul kembali pada sebuah batu di situ tersebut yang diberi nama Batu Cinta. Konon siapapun yang pernah berkunjung dengan pasangannya, maka cinta mereka akan abadi.
Beruntung, saat waktu sudah menunjukkan pukul 18:30 langit masih terang ketika kami menikmati Situ Patenggang yang airnya tenang kebiru-biruan, namun tak sempat menikmati situ tersebut dengan naik perahu.
Pulang kembali ke kota Bandung harus menikmati kemacetan lagi yang lebih parah di jalan Kopo. Semoga jalan tol Soroja (Soreang-Pasir Koja) yang sedang direncanakan bisa dibangun segera, supaya kawasan Bandung dengan segala potensinya bisa tumbuh berkembang.
Berikut beberapa informasi nomor telepon yang mungkin berguna:
Prana Tirta Jln Rancawalini Ciwidey 5927050, Rancabali
Cimanggu Cottage Jln Raya Rancabali Ciwidey
Wisma Palapa Jln Raya Soreang – Ciwidey 5895445
Hotel Lembah Gembyang Tlp 022 5928998
Pondok Selly Jl. Raya Ciwidey Tlp 5928260
Sukarasa Endah Jl Raya Pasir Jambu tlp 022 5928311
Pondok Unyil jl Baru Tunggul tlp 022 5928250
Eco Hotel Jl Baru Tunggul RT 004/01 Tlp 5928082
Sukarasa Indah Hotel Jl. Ciwidey 5928301
Tirta Selly Hotel Jl. Ciwidey Tlp 5928119
Kampung Pa’go Jl Soreang – Ciwidey KM 25
Telp (022) 592 8062
Fax (022) 592 8062
HP : 0812 208 3864
Patuha Resort & Pemandian Cimanggu
Perhutani KPH Bandung Selatan
Jl. Cirebon No. 4 Bandung
Telp 022 – 720 8310
Bpk. Subarno: 081 321 771 810
Bpk. Darmono: 081 320 298 718
Bpk. Oce: 081 841 2812
Rate mulai 50K/malam/orang (kamar sharing)
Hotel Abang Jl. Raya Ciwidey No. 500 Km.2
Telp 022 – 592 8235 – 592 8429
Bpk. Acep: 081 321 607 257
Argapuri Resort Jl. Raya Gambung Km. 6 Pasir Jambu
Telp 022 – 592 8816 – 18, 592 8200
Hotel Sindang Reret Jl. Raya Propinsi Ciwidey Kab. Bandung
Telp 022 – 592 8205
 selamat mencoba :)

0 komentar: